Langsung ke konten utama

Apakah Sunscreen Harus Dibersihkan Dulu Sebelum Wudhu?

Cara kerja sunscreen adalah membentuk lapisan pelindung pada bagian permukaan kulit untuk menghalangi sinar ultraviolet dari matahari yang mengenai kulit.

Oleh karena itu, jika sunscreen yang digunakan telah dibilas dengan air pun masih ada bekas warna atau ada lapisan yang menghalangi air untuk mengenai kulit, maka perlu untuk dibersihkan terlebih dahulu.

Ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai kosmetik waterproof, dalam hal ini termasuk di dalamnya adalah sunscreen.

Menurut Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz:

"Jika make up membentuk lapisan yang menghalangi sampainya air ke kulit, maka harus dihilangkan. Jika tidak terdapat lapisan, hanya sebatas warna dan tidak memiliki ketebalan, maka tidak harus dihilangkan."

Sedangkan menurut sebagian Ulama Madzhab Syafi'i:

"Make up harus terhapus sampai jika dibasuh dengan air, airnya bening. Jika dibasuh dengan air, airnya belum bening dan masih berwarna, maka make up harus dihapus lagi. Baru wudhunya sah."

Ulama bermadzhab Syafi'i terkenal dengan sikapnya yang sangat wara' atau berhati-hati dalam memutuskan perkara. Hal ini yang menyebabkan, fatwa yang diberikan berbeda dengan yang disampaikan oleh Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz.

Sunscreen yang wudhu-friendly mudah dibersihkan hanya dengan air, di mana warnanya mudah luntur dan lapisannya mudah dihilangkan.

Chemical sunscreen adalah jenis sunscreen yang cenderung lebih mudah untuk dibersihkan dengan menggunakan air. Sunscreen yang sudah bersertifikat halal, biasanya sudah lulus uji analisa laboratorium daya tembus air.

Dalam sedikit kasus, ada produk kosmetik yang secara bahan dan proses pembuatannya sudah sesuai dengan Sistem Jaminan Halal (SJH), namun produk kosmetiknya masih waterproof, yang artinya menghalangi masuknya air. Dalam kasus ini, produsen diwajibkan untuk mencantumkan keterangan bahwa produknya adalah produk yang waterproof, sehingga konsumen paham bahwa produknya tidak wudhu-friendly. Catatan ditulis di leaflet khusus berupa pembedaan warna pada kemasannya.

Sebenarnya, menggunakan sunscreen waterproof boleh-boleh saja, selama ingredients-nya tidak mengandung bahan yang najis dan aman untuk digunakan, berdasarkan pengujian-pengujian tertentu.

Bagaimana dengan kamu, apakah kamu lebih suka menggunakan sunscreen yang waterproof atau tidak?

Komentar

  1. Pengetahuan baru terkait dunia per-sunscreen-an. Ditunggu next postannya, karena jarang banget orang bahas makeup yang halal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Semoga kami bisa bermanfaat terus ya, kak :)

      Hapus
  2. Nih ya, kadang aku juga mikir. Klo orang nikahan itu yg pestanya sehari, itukan kadang ada yg sampe makeup pengantinnya tebel bener. Pasti sehari makeupnya smpe 5kali. Kadang klo jadi orang yg kondangan sungguh mengcape klo penganten lagi istirahat solat ganti dandanan, lama bet

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kak :D

      Resiko pernikahan yang diadakan selama seharian :)

      Hapus
  3. Kalau saya, belum pernah menggunakan sumscreen hhheeehe

    BalasHapus
  4. mungkin lebih ke make up secara general ya
    sehubungan orang Indo mayoritas bermazhab syafi'i, itu artinya make up harus bersih total baru wudunya sah, ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, kak. Madzhab Syafi'i terkenal dengan sikap wara' atau berhati-hati. Maka, dalam madzhab Syafi'i, menghapus make up secara bersih dianggap sebagai langkah yang wara'. Wallahua'lam bis shawab.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Skincare Pria, Mulai Darimana? (Bagian 1)

Skincare pria? Wow! Mungkin bagi sebagian orang, skincare tidak bisa diasosiasikan dengan pria. Eh serius, emang ada? Ada dong. Coba saja iseng-iseng bertanya ke teman-teman cowoknya, "kamu skincare-an gak?". Jangan kaget dengan jawabannya ya. Umumnya, laki-laki malas untuk menggunakan skincare. Kenapa malas? Banyak faktor. Mungkin karena tidak dibiasakan, atau karena stigma negatif terhadap skincare, atau karena memang malas saja. Bagi sebagian masyarakat, laki-laki yang menggunakan skincare dianggap sebagai pria yang kurang "pria". Dianggap tabu. Padahal, merawat diri adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah subhana wa ta'ala yang telah memberikan kita fisik sedemikian rupa. Lalu, kenapa sih laki-laki perlu pakai skincare? Tanpa disadari, banyak pekerjaan yang mengharuskan laki-laki untuk tampil dengan look yang bagus. Contohnya seperti presentasi, apa lagi jika mendapatkan jabatan yang menuntut diri kita harus memiliki performa terbaik. ...

Halal Lifestyle: Refleksi 2020, Resolusi 2021

Beberapa tahun ke belakang, orang-orang mulai mengenal istilah halal lifestyle. Halal lifestyle adalah gaya hidup yang mencerminkan pola hidup, aktivitas dan juga kecenderungan minat seseorang terhadap sesuatu yang halal dan baik menurut agama Islam. Halal lifestyle kini mulai menjadi tren global yang menjanjikan dan dilirik oleh banyak anak muda. Halal lifestyle saat ini menjadi tren kekinian yang dianggap millennials-friendly. Seorang muslim tetap bisa bergaya modis, berpikiran terbuka dan menjalankan perintah agama secara bersamaan. Dalam konsep halal lifestyle, seorang muslim perlu selektif dalam memilih produk yang dipilihnya. Bukan hanya produk makanan, tetapi juga produk kosmetik. Semakin ke sini, semakin banyak beauty vlogger yang melakukan review terhadap produk-produk skincare yang halal. Demand dari masyarakat terhadap produk yang halal juga cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Akhir tahun 2020 ini menjadi momentum refleksi, sudah sejauh mana kesadaran dan liter...