Langsung ke konten utama

Perbedaan LPPOM dan BPOM

Masih banyak dari kita yang kesulitan membedakan LPPOM dan BPOM. Sekilas, keduanya kedengarannya seperti mirip. Padahal, keduanya sangat berbeda. Untuk itu, penting untuk kita memahami perbedaan dari keduanya.

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetik atau disingkat LPPOM MUI, adalah Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang didirikan pada tahun 1988. Awal pendiriannya, LPPOM MUI didasarkan atas mandat dari pemerintah agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) berperan aktif dalam membantu mengidentifikasi kandungan bahan haram yang ada produk pangan, kosmetik dan farmasi.

Sebelumnya, alur sertifikasi halal semuanya dikelola oleh LPPOM MUI. Namun, sejak tahun 2014, LPPOM MUI beralih menjadi Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan otoritasnya hanya diperbolehkan untuk memberikan audit halal. Perlu diketahui bersama, bahwa LPPOM MUI maupun MUI bukanlah bagian dari pemerintah.

Sedangkan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) adalah lembaga bentukan pemerintah yang bertugas mengawasi peredaran produk pangan dan obat-obatan, termasuk pula kosmetik. BPOM didirikan pada tahun 2000 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 116 Tahun 2000 (Keppres 166/2000).

Untuk lebih mudah, berikut beberapa poin perbedaan antara LPPOM dan BPOM:

1. Jaminan Produk

LPPOM memberikan keterjaminan proses produksi produk halal mulai dari formulasi, bahan baku, produksi, pengemasan, hingga sampai ke tangan konsumen.

Sedangkan, BPOM memberikan keterjaminan produk yang aman untuk dikonsumsi atau digunakan sesuai dengan regulasi peredaran obat, makanan dan kosmetika di Indonesia.

2. Nomor Registrasi

LPPOM memberikan nomor registrasi sekaligus memberikan izin mencantumkan label halal MUI.

Sedangkan, BPOM memberikan nomor registrasi untuk izin edar produk, sehingga produk tersebut dianggap aman dan sehat untuk dikonsumsi/digunakan.

3. Aturan Agama

LPPOM memberikan keterjaminan produk yang halal atau boleh digunakan. Sedangkan, BPOM memberikan keterjaminan produk yang thayyib atau baik dan aman untuk digunakan.

Keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu memberikan keterjaminan pada produk, sehingga keduanya bisa saling melengkapi satu sama lain.

Untuk mengakses daftar produk halal MUI, bisa kunjungi website LPPOM MUI di www.halalmui.org.

Untuk mengakses daftar produk yang lolos perizinan BPOM, bisa kunjungi website resmi BPOM di cekbpom.pom.go.id.

Itulah beberapa perbedaan yang mendasar dari BPOM dan LPPOM. Selain 3 perbedaan yang telah disebutkan di atas, apakah kamu mengetahui perbedaan lainnya? Boleh share di kolom komentar, ya.

Komentar

  1. Intinya LPPOM yang mengurus kehalalan. Kalau BPOM bukan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. LPPOM mengurus kehalalan, BPOM mengurus keamanan.

      Hapus
  2. Nih ya misalkan, aku ada produk makanan ringan. Apakah boleh lppom saja? Atau lebih baik daftarkan jg di bpom?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh LPPOM saja atau BPOM saja. Tapi untuk kepentingan, izin edar lebih diprioritaskan untuk produk yang produksinya terkategori masif. Semoga menjawab ya, kak.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Skincare Pria, Mulai Darimana? (Bagian 1)

Skincare pria? Wow! Mungkin bagi sebagian orang, skincare tidak bisa diasosiasikan dengan pria. Eh serius, emang ada? Ada dong. Coba saja iseng-iseng bertanya ke teman-teman cowoknya, "kamu skincare-an gak?". Jangan kaget dengan jawabannya ya. Umumnya, laki-laki malas untuk menggunakan skincare. Kenapa malas? Banyak faktor. Mungkin karena tidak dibiasakan, atau karena stigma negatif terhadap skincare, atau karena memang malas saja. Bagi sebagian masyarakat, laki-laki yang menggunakan skincare dianggap sebagai pria yang kurang "pria". Dianggap tabu. Padahal, merawat diri adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah subhana wa ta'ala yang telah memberikan kita fisik sedemikian rupa. Lalu, kenapa sih laki-laki perlu pakai skincare? Tanpa disadari, banyak pekerjaan yang mengharuskan laki-laki untuk tampil dengan look yang bagus. Contohnya seperti presentasi, apa lagi jika mendapatkan jabatan yang menuntut diri kita harus memiliki performa terbaik. ...

Apakah Sunscreen Harus Dibersihkan Dulu Sebelum Wudhu?

Cara kerja sunscreen adalah membentuk lapisan pelindung pada bagian permukaan kulit untuk menghalangi sinar ultraviolet dari matahari yang mengenai kulit. Oleh karena itu, jika sunscreen yang digunakan telah dibilas dengan air pun masih ada bekas warna atau ada lapisan yang menghalangi air untuk mengenai kulit, maka perlu untuk dibersihkan terlebih dahulu. Ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai kosmetik waterproof, dalam hal ini termasuk di dalamnya adalah sunscreen. Menurut Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz: "Jika make up membentuk lapisan yang menghalangi sampainya air ke kulit, maka harus dihilangkan. Jika tidak terdapat lapisan, hanya sebatas warna dan tidak memiliki ketebalan, maka tidak harus dihilangkan." Sedangkan menurut sebagian Ulama Madzhab Syafi'i: "Make up harus terhapus sampai jika dibasuh dengan air, airnya bening. Jika dibasuh dengan air, airnya belum bening dan masih berwarna, maka make up harus dihapus lagi. Baru wudhunya sah....

Halal Lifestyle: Refleksi 2020, Resolusi 2021

Beberapa tahun ke belakang, orang-orang mulai mengenal istilah halal lifestyle. Halal lifestyle adalah gaya hidup yang mencerminkan pola hidup, aktivitas dan juga kecenderungan minat seseorang terhadap sesuatu yang halal dan baik menurut agama Islam. Halal lifestyle kini mulai menjadi tren global yang menjanjikan dan dilirik oleh banyak anak muda. Halal lifestyle saat ini menjadi tren kekinian yang dianggap millennials-friendly. Seorang muslim tetap bisa bergaya modis, berpikiran terbuka dan menjalankan perintah agama secara bersamaan. Dalam konsep halal lifestyle, seorang muslim perlu selektif dalam memilih produk yang dipilihnya. Bukan hanya produk makanan, tetapi juga produk kosmetik. Semakin ke sini, semakin banyak beauty vlogger yang melakukan review terhadap produk-produk skincare yang halal. Demand dari masyarakat terhadap produk yang halal juga cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Akhir tahun 2020 ini menjadi momentum refleksi, sudah sejauh mana kesadaran dan liter...